Viginère Cipher



Viginère Cipher

Kali ini penulis akan membahas mengenai salah satu cipher yang cukup populer. Viginère Cipher secara umum yaitu merupakan teknik enkripsi subtitusi yang berfungsi untuk menyamarkan suatu pesan tertentu dengan menggunakan tabel abjad dan keyword yang telah ditetapkan. Cipher ini menggunakan tabel yang terdiri dari abjad a-z pada baris dan kolomnya yang sering disebut dengan tabula recta. Tabel ini juga memerlukan suatu keyword atau kata kunci dalam mengenkripsi atau decipher pesan yang tersembunyi tersebut.

The Dancing Man Code





The Dancing Man Code

Kali ini penulis akan memberikan informasi tentang The Dancing Man Code atau Kode orang menari. Kode ini muncul pertama kali di dalam Novel Sherlock Holmes yang berjudul 'The Adventures of the Dancing Men'. Kode ini menunjukkan suatu karakter dari gerakan tarian yang ada pada gambar. Kode tersebut dapat anda lihat pada gambar sebagai berikut.

Tap Code



Tap Code

Kali ini penulis akan membahas mengenai Tap Code. Kode ini pada awalnya sering digunakan oleh para tahanan perang pada perang dunia ke-2 di penjara. Mereka menggunakan kode ini untuk berkomunikasi dengan tahanan lainnya agar tidak diketahui oleh pihak lainnya. 

Sidik Jari




Sidik Jari

Analisis sidik jari sangat berperan dalam kegiatan investigasi dan terbukti telah mampu membantu memecahkan  kasus-kasus kriminal di dunia. Sidik jari yang secara sengaja ataupun tidak sengaja membekas di suatu objek mungkin dapat berbicara banyak dibandingkan saksi ataupun bukti lainnya. Oleh karena itu, analisis sidik jari menjadi bagian yang penting dalam ilmu forensik. 

Null Cipher



Null Cipher

Null Cipher merupakan suatu enkripsi klasik untuk menyamarkan suatu pesan dengan menggunakan pola tertentu di pada objek tersebut, biasanya berbentuk kalimat atau paragraf. Ini merupakan salah satu cipher yang sangat sederhana. Cipher ini sangat mudah di identifikasi karena hanya menggunakan pola sederhana dan menggunakan karakter-karakter pada kalimat/paragraf sebagai pesan rahasianya.


Metode Observasi



Metode Observasi (Observation)


Sebelum melakukan Metode deduksi, seorang detective handal sebaiknya melakukan observasi terlebih dahulu. Observasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang ada di lokasi kejadian baik tentang objek benda tertentu maupun perilaku dari suatu makhluk hidup. Selain untuk mengumpulkan data, observasi juga membantu para detective untuk memahami langsung hal-hal yang mungkin tidak dapat diperoleh oleh Pengumpulan data biasa. Dengan Metode Observasi, para detective akan mampu

Mata Angin



Mata Angin

Mata Angin merupakan pedoman umum yang digunakan untuk menentukan arah. Biasanya terdapat di navigasi, kompas dan peta.
Berdasarkan pada pusat mata angin, maka kita akan melihat 8 arah yaitu dengan urutan sebagai berikut.
(mengikuti arah jarum jam):
1. Utara (0°)
2. Timur laut (45°) : Terletak di antara utara dan timur
3. Timur (90°)
4. Tenggara (135°): Terletak di antara timur dan selatan